Jumat, 20 Januari 2012

Dosa Tak Terampuni

Dalam Alkitab ada dosa tak terampuni ? saya pernah membaca beberapa kali namun saya lupa terletak di pasal berapa dan kalau tidak salah itu terletak di periskop mengenai Anniaas dan Safira namun ketika saya membacanya lagi tidak ada kata mengenai dosa tak terampuni

jikalau ada dosa tak terampuni berarti darah Yesus tidak dapat menghapuskan dosa tersebut?




Jawab :



Mengenai dosa yang dilakukan Ananias dan Safira, saya melihatnya sebagai suatu kasus tersendiri. Tidak bisa disamakan/ diterapkan bagi semua orang, karena dalam kasus ini Allahlah yang berotoritas mencabut nyawa mereka setelah mereka melakukan dosa yang 'disengaja'. Hukuman ilahi yang dialami Ananias dan Safira, belum tentu sama dengan yang dialami orang lain.


* Kisah 5:1-11
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.



Dalam perikop ini digambarkan usaha seseorang untuk mematahkan pekerjaan Roh Kudus. Usaha meniru pekerjaan Roh Kudus dengan meletakkan pemberian kasih didpan kaki para rasul. Tetapi pada hakekatnya, itu adalah perbuatan dosa yang disengaja.


Ayat 1-6,
Roh Allah menyatakan kepada Petrus rahasia Ananias, sebab itulah Petrus menegur dengan tajam dorongan dosa Ananias. Karena perbuatan itu merupakan bukan penipuan terhadap manusia saja, tetapi adalah penipuan terhadap Roh Kudus yaitu Allah sendiri.
Dosa Ananias tidak terletak kepada penahanan sebagian dari uang hasil penjualan tanah, tetapi pada kelakuannya yang seakan-akan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, padahal dengan sengaja ia tetap menyimpan sebagian uang itu.

Jelas bukan Petrus yang menyebabkan kematian itu, entah Ananias meninggal akibat kejutan emosional atau bukan, yang jelas kematiannya merupakan Allah terhadap pengabdian diri yang munafik.
Ayat 6, pada zaman dahulu di daerah Timur Tengah, mayat dianggap langsung berproses membusuj, maka segeralah mayat Ananias dikafani dan ditandu keluar lalu dikubur.


Ayat 7-11,
Safira yang tidak berada di tempat itu pada saat suaminya tewas, tidak mengetahui apa yang terjadi. 3 jam setelahnya barulah ia datang, dan rupanya Safira berkomplot dalam meremehkan Allah. Mencobai Allah (Keluaran 17:2; Ulangan 6:16) adalah dosa yang menakutkan, ini merupakan salah-satu dari pencobaan yang pernah dihadapi Tuhan kita Yesus Kristus dalam inkarnasinya sebagai manusia (Matius 4:7).

Nasip yang menimpa Ananias juga menimpa Safira. Memang tidak ada alasan bahwa Ananias dan Safira bukan orang-orang yang sudah percaya (menjadi murid Kristus) yang adalah orang-orang yang sudah di selamatkan. Tafsiran Wicliffe menulis bahwa kematian jasmaniah mereka merupakamn hukuman ilahi atas mereka yang tidak melibatkan masalah keselamatan mereka. Kenyataannya, bahwa mereka ini adalah orang-orang percaya justru menentukan kehebatan dari dosa mereka. Mereka berpura-pura "menyerahkan semua" padahal dengan sengaja menahan sebagian dari Allah. Dosa semacam ini hanya dapat dilakukan oleh seorang Kristen.

Ada banyak orang bersaksi palsu tentang Roh Kudus, manifestasi Roh Kudus yang dibuat-buat, dan ini tentu saja membohongi karya Roh Kudus. Namun mereka tidak mengalami 'kematian jasmani' secara langsung; Tetapi Allah tentu saja mempunyai perhitungan tersendiri terhadap para hamba-hambaNya yang 'nakal' ini.


Blessings,

0 komentar:

Posting Komentar